Drama Bail-out Century, Setahun Kemudian

http://sorot.vivanews.com/news/read/111350-kisah_di_balik_bail_out_century

Kamis, 13 November 2008. Sektor finansial Jakarta
dalam bahaya. Terjangan badai krisis finansial
dunia mulai memakan korban. Bisul, sebuah bank
sakit yang telah lama ditutup-tutupi akhirnya
pecah. Pukul 8.00 WIB, Bank Century gagal ikut
kliring, sebuah kabar sangat buruk di industri perbankan.

“Alarm” alat crisis management protocol (CMP)
Bank Indonesia sontak “berbunyi keras”. Crisis
management protocol adalah alat Dewan Gubernur BI
merekam tanda bahaya situasi moneter & perbankan
melalui laporan data dan informasi yang disajikan
setiap hari. Alat ini mulai diaktifkan sejak 29
Oktober 2008 karena badai krisis finansial dunia kian mencekam.

Para petinggi bank sentral menggelar rapat
mendadak pada Kamis pagi di gedung BI, Jl
Thamrin, Jakarta. Mereka berdebat keras soal
perubahan peraturan fasilitas pendanaan jangka
pendek (FPJP) bagi bank umum. Sebab, satu korban sudah jatuh.

Di luar gedung BI, di pasar uang antar bank,
rumor tak sedap berhembus kencang, “Bank Century
kalah kliring”. Century mengalami krisis
likuiditas. Tak ada bank mau berbelas kasihan
memberi pinjaman. Bahkan, BI tak jua menyetujui
proposal FPJP yang diajukan Century sejak 30 Oktober 2008.

Padahal, nasabah terus menguras simpanan mereka
di Century. Dalam tempo 3 bulan hingga akhir
Oktober, data BI menyebutkan tak kurang dari Rp
3,6 triliun duit nasabah ditarik dari Century.
Tak heran, Century dilanda kekeringan likuiditas.

Berhari-hari kantong bank cekak, Century akhirnya
jebol juga. Awalnya, BI berusaha tutup mulut
untuk menenangkan pasar. Namun, kabar gelap itu
akhirnya terungkap. Apalagi, Wakil Direktur Utama
Bank Century, Hamidi membenarkannya pada pukul
12.52 WIB. “Kami memang mismatch dalam transaksi kliring.”

Bak jilatan api, kabar yang sudah berhembus sejak
pagi terus menjalar. Keresahan nasabah Century
merebak. Antrean nasabah terlihat di
kantor-kantor bank bekas milik Robert Tantular
ini. Namun, sejumlah nasabah mengeluh tak bisa
menarik simpanannya karena duit yang tersedia tidak cukup.

Yang lebih gawat, waktu itu di pasar juga
berhembus kencang rumor sejumlah bank lain
mengalami krisis likuiditas mirip Century. Mereka
yang disebut adalah Bank Panin, Bukopin, Artha
Graha dan Victoria. Rumor ini diteruskan oleh
pegawai Bahana Securities, Erick Jazier
Adriansyah pada pukul 16.59 WIB melalui email
kepada klien Bahana. Belakangan, Erick ditangkap
dengan tuduhan menyebarkan rumor.

Karena situasi sangat rawan, Kamis sore, Komite
Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mendadak
menggelar rapat di gedung bank sentral. Rapat
dihadiri oleh Ketua KSSK Menkeu ad-interim Sofyan
Djalil, Gubernur BI Boediono sebagai anggota
KSSK, Sekretaris KSSK Raden Pardede bersama
jajaran BI. Mereka membahas situasi terkini dan solusi bagi Century.

Sofyan Djalil saat itu menggantikan posisi
Menteri Keuangan Sri Mulyani yang tengah
mengikuti konferensi G-20 di Sao Paulo, Brazil.
Menkeu akan mendampingi Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono dalam pertemuan pimpinan puncak G-20 di
Washington AS pada 13-15 November 2008. Pada saat
itu, SBY tengah singgah ke Jepang. Sedangkan,
Boediono dijadwalkan menyusul pada Kamis itu juga.

Usai rapat KSSK, BI menahan gejolak masyarakat
lewat pernyataan pers. Boediono membenarkan
Century terlambat setorkan dana pre-fund sehingga
gagal ikut kliring. Namun dia membantah ada
sejumlah bank lain krisis likuiditas dan rush
bank besar-besaran. Dia minta masyarakat tak percaya rumor.

“Desas-desus itu tidak benar. Perbankan Indonesia
mantap dan paling solid di Asia,” kata Boediono, Kamis sore.

Sesungguhnya, menurut data BI, saat itu adalah 18
bank yang sangat rentan mengalami kesulitan
likuiditas. Bahkan, ada lima bank lagi yang punya
karakter seperti Century. Namun, informasi itu
baru dibuka ke publik setelah kasus Century menghebohkan para petinggi negeri.

Boediono menjamin nasabah Century bisa menarik
simpanannya. Apalagi, BI sudah mengaktifkan FPJP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s